Matahari tampak akan
tenggelam, angin pun bertiup sepoi-sepoi di sekitar pepohonan. Harum semerbak
mulai memenuhi mihrab Maryam. Bau itu menembus jendela mihrab dan mengepakkan
sayapnya di sekeliling gadis perawan yang khusuk dalam salat tanpa seorang pun mendengar
suaranya. Maryam merasa bahwa udara dipenuhi dengan bau harum yang mengagumkan.
Ia kembali melakukan salatnya dengan khusuk dan mengungkapkan syukur kepada
Allah SWT.
Seekor burung hinggap
di jendela mihrab. Ia mengangkat paruhnya ke atas dan mengarahkan ke matahari
serta mengepakkan kedua sayapnya lalu ia terjun ke air dan mandi di dalamnya.
Kemudian ia terbang ringan di sekitamya. Maryam ingat bahwa beliau lupa untuk
menyirami pohon
mawar
yang tumbuh secara tiba-tiba di tengah dua batu yang tumbuh di luar mesjid.
Maryam menyelesaikan salatnya lalu ia keluar dari mihrab dan menuju pohon.
Belum selesai beliau siap-siap untuk keluar sehingga para malaikat memanggilnya
:
Matahari tampak akan
tenggelam, angin pun bertiup sepoi-sepoi di sekitar pepohonan. Harum semerbak
mulai memenuhi mihrab Maryam. Bau itu menembus jendela mihrab dan mengepakkan
sayapnya di sekeliling gadis perawan yang khusuk dalam salat tanpa seorang pun mendengar
suaranya. Maryam merasa bahwa udara dipenuhi dengan bau harum yang mengagumkan.
Ia kembali melakukan salatnya dengan khusuk dan mengungkapkan syukur kepada
Allah SWT.
Seekor burung hinggap
di jendela mihrab. Ia mengangkat paruhnya ke atas dan mengarahkan ke matahari
serta mengepakkan kedua sayapnya lalu ia terjun ke air dan mandi di dalamnya.
Kemudian ia terbang ringan di sekitamya. Maryam ingat bahwa beliau lupa untuk
menyirami pohon
mawar
yang tumbuh secara tiba-tiba di tengah dua batu yang tumbuh di luar mesjid.
Maryam menyelesaikan salatnya lalu ia keluar dari mihrab dan menuju pohon.
Belum selesai beliau siap-siap untuk keluar sehingga para malaikat memanggilnya
: